The Beginning.

Justru berawal dari kesalahan yang berujung kesadaran, kami ingin ada lebih banyak pihak yang peduli tentang ASI dan Menyusui, terutama para Ayah.

Awalnya kami berkumpul atas undangan Nia Umar dan Diba (AIMI) untuk ngobrol-ngobrol informal soal peran Ayah dalam mendukung proses menyusui. Setelah itu, kami sepakat untuk membuat buku sebagai alat kampanye ke teman-teman kami sendiri, para Ayah.

Setelah konsep buku 90% sudah jadi, kami maju ke penerbit. Mereka bertanya tentang bagaimana cara memasarkan buku ini, apa iya Ayah beneran tertarik soal menyusui? soal parenting aja suka males. Akhirnya kami membuat akun twitter @ID_AyahASI untuk ngetes apakah isu ASI menarik dibahas oleh para cowok? Hasilnya? akun twitter @ID_AyahASI difollow ribuan orang dalam waktu singkat. Penerbit percaya dan akhirnya buku Catatan AyahASI menjadi salah satu buku best seller. Hingga kini, gerakan AyahASI menginspirasi gerakan serupa di lebih dari 10 kota di Indonesia.

Instagram.

Sekumpulan bapak-bapak yang mendukung ASI dan mencintai kemasannya. Informasi yang kami sajikan sangat sederhana dan pertanyaan kami jawab seadanya. Ya gitu deh, namanya juga bapak-bapak.