Setelah ASIX, Lalu Apa?

Selamat yah! Udah lulus ASI Eksklusif. Terus abis ini ngapain dong?

Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO) sebenarnya mempunyai rekomendasi tentang pemberian makanan kepada bayi untuk digunakan sebagai pedoman di seluruh dunia. Rekomendasi pemberian makan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup bayi, menekan angka kematian pada bayi baru lahir, dan meminimalisir angka gizi buruk pada bayi dan balita.

Di Indonesia sendiri, pedoman ini sudah menjadi perhatian khusus oleh Kementerian Kesehatan RI. Pada tahun 2010 kemenkes bersama beberapa pihak terkait menyusun buku pedoman Strategi Peningkatan Makanan Bayi dan Anak. Standar pemberian makan kepada bayi ini dikenal dengan Standar Emas Makanan Bayi, ada empat standar yang direkomendasikan, yaitu:

  1. Inisiasi Menyusu Dini
  2. Pemberian ASI Eksklusif 0-6 bulan
  3. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Sejak Bayi Berusia 6 Bulan
  4. Pemberian ASI Sampai (minimal) Usia 24 Bulan

Nah, kalau melihat rekomendasi di atas, sebenarnya masih ada 2 tahapan lagi yang harus kita lakukan setalah memberikan ASI selama enam bulan. Tantangannya agak bergeser ke soal makan nih biasanya, termasuk juga soal menyapih anak ketika usianya sudah dua tahun. Jadi jika menyusui secara eksklusif sudah selesai, sekarang saatnya mengenalkan anak dengan makanan padat. Terus Ayah bisa ngapain aja? Banyak bro..haha, misalnya kaya gini:

  • Ikutan Kelas MP-ASI

Setelah ikutan kelas menyusui, enggak ada salahnya kalo kita dan istri juga ikutan kelas MP-ASI. Ada banyak ilmu yang bisa kita dapatkan di kelas tersebut, misalnya soal pentingnya pemberian MP-ASI, tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang (iyah, sekarang pemerintah Indonesia sudah tidak lagi menggunakan 4 Sehat 5 Sempurna), apa saja makanan batita dan tantangan dalam pemberian MPASI. Dengan ikutan kelas MP-ASI ini paling tidak kita dan istri bisa sama-sama membentuk pola makan yang baik untuk anak.

  • Bikin Panduan Pola Makan

Masyarakat kita seringkali tidak terbiasa dengan makan bersama, padahal kebiasaan ini sangat baik untuk melatih pola makan sejak dini. Melatih bahwa makan harus duduk dan dilakukan pada jam-jam tertentu, obrolan ketika makan juga melatih kosa kata anak kita kelak. Nah, kita bisa bantuin istri kita untuk membentuk pola makan ini, termasuk di dalamnya menentukan menu harian untuk MP-ASI dan mengingatkan untuk mengubah tekstur makanan sesuai dengan usia bayi. Berdasarkan panduan pemberian makan bayi, harapannya anak kita sudah bisa makan makanan keluarga (seperti orang dewasa) pada saat usia anak 12 bulan. Jadi tahapan sejak usia 6-12 bulan sangat penting untuk mencapai target makanan dewasa di 12 bulan nanti.

  • Rencanakan Aktifitas Anak

Ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan bersama anak ketika menyusuinya sudah tidak serutin sebelum berusia enam bulan, apalagi jika anak kita sudah mulai bisa berjalan. Udah bisa diajak lari pagi bareng bro, hahaha. Aktiftas dengan anak ini bisa dilakukan harian misalnya, mengajak anak jalan pagi sebelum kita berangkat kerja, mandiin anak dan ketika pulang kerja kita bisa membacakan cerita ke anak. Kedekatan baik secara fisik maupun emosional ini membantu meningkatkan bonding ayah ke anak. Selain di dalam rumah, kita juga bisa mengenalkan dunia luar kepada anak, seperti berenang, atau mengikuti acara-acara seru seperti ke festival dongeng Indonesia.

  • Tentukan Kapan Menyapih

Menyapihnya mungkin memang masih lama, tapi menyiapkan rencana untuk menyapih anak agar tidak lagi menyusui butuh dari sekarang. Kita sih tidak menyarankan jika proses menyusui berhenti secara mendadak, selain si anak akan kaget, payudara juga bisa membengkak karena tidak ada permintaan dari bayi sementara produksi jalan terus. Proses menyapih sebaiknya sudah dilakukan 6 bulan sebelum waktunya berhenti. Jadi segera diskusi dengan istri kapan waktu untuk menyapih anak, jika target kita pada usia 2 tahun, maka proses menyapih sebaiknya sudah dilakukan saat anak berusia 1.5 tahun. Proses menyapih ini cukup panjang, jika berdasarkan pengalaman, maka prosesnya mencakup; Sosialisasi, Membatasi Menyusui, Perubahan Rutinitas dan Berhenti Menyusui. Lengkapnya soal menyapih ini bakal kita bahas pada artikel lain, soalnya akan panjaaaang.

Tuh, banyak kan sebenarnya yang bisa kita lakukan bro? Pengasuh ini sebenarnya milik bersama kok, kan yang namanya orangtua itu Ayah dan Ibu, jadi bikinnya berdua, yah ngurus anaknya juga berdua.


AyahASI Indonesia (Rahmat) | Untuk tahu lebih banyak soal AyahASI silahkan kunjungi sosial media kami di @ID_AyahASI dan website di www.ayahasi.org

Artikel di atas merupakan hasil kerjasama BukaReview dan AyahASI Indonesia dan dapat dilihat di bit.ly/BukaReviewXAyahASI4

    Leave Your Comment Here