Tips Menjadi AyahASI

Sejak awal AyahASI muncul di media sosial, enggak sedikit emak-emak yang nanya begini, “gimana sih biar suami saya jadi AyahASI?”, atau begini,”sebenarnya yang disebut AyahASI itu ayah yang bagaimana sih?”. Jika pertanyaan ini muncul, jawaban kita selalu sama, tidak ada rumus baku untuk menjadi Ayah ASI dan tidak perlu menjadi seperti kita-kita di AyahASI. Kenapa? Karena setiap pasangan punya gaya dan cara yang berbeda dalam berkomunikasi dan berbeda pula kebiasaan untuk membesarkan buah hatinya.

Tapi, ada beberapa hal yang mungkin bisa suami lakukan untuk mendukung istri agar proses menyusuinya menjadi lancar. Beberapa tips dibawah ini mungkin ada yang cocok untuk dilakukan, paling tidak, biar keliatan sayang banget sama istri.

  • Perpustakaan Berjalan! Meski pada akhirnya istri akan mencari jawaban sendiri jika menemukan masalah terkait menyusui, tapi tidak ada salahnya jika kita turut mencari jawaban permasalahan menyusui. Jika kita bisa riset tentang dawai terbaru, harusnya dengan mudah kita juga bisa riset soal ASI dan Menyusui dong? Jadi, sempatkan mencari beberapa referensi permasalahan menyusui di kantor, kemudian diskusikan dengan istri ketika sudah sampai di rumah.
  • Mari Berantas Hoax. Tidak hanya soal politik, hoax juga ada ketika kita berbicara tentang ASI dan Menyusui. Disinilah ayah berperan menjadi ‘benteng’ pertahanan istri dari ‘serangan’ mitos-mitos. Serangan mitos ini tentu saja tidak hanya datang dari sosial media dan tetangga, tapi sering juga datang dari keluarga terdekat. Menjaga agar mood istri tidak terpengaruh dari banyaknya mitos ini bisa menjadi tugas dari kita para suami. Disisi lain, jika istri bekerja, jangan sungkan bicara dengan atasannya agar istri diberikan waktu, kalau perlu tempat khusus, untuk memompa ASI. Biarkan semua orang tahu istri kita sedang menyusui.
  • Mengatur distribusi dan penyimpanan ASI Perah. Salah satu tantangan bagi ibu bekerja adalah manajemen memerah ASI. Belum sampai berpikir tentang bagaimana cara menyimpan, mencatat dan menggunakannya, biasanya ibu bekerja sudah khawatir soal hasil perahnya. Untuk membantu meringankan tugas istri memerah ASI, kita para suami bisa mengambil peran untuk mengatur manajemen botol ASIP di rumah. Bisa dimulai dengan membuat daftar apa saja yang diperlukan untuk menyimpan ASI, diantaranya mencari stok botol dan memberikan label tanggal ASI masuk freezer. Memisahkan mana ASIP yang akan diminum besok dan yang baru diperah, memastikan anggota keluarga memberikan ASIP yang sudah disiapkan untuk dikonsumsi. Jangan lupa juga untuk mengirim pesan singkat ke istri untuk sekadar mengingatkan waktu memerah ASI dengan kata-kata romantis. Biar ASI lebih deras keluar.
  • Siapkan Kejutan Kecil. Saat istri senang, hormon prolaktin dan oksitosin yang penting untuk produksi ASI akan bekerja lebih baik. Jika tidak terbiasa dengan hal-hal yang romantic atau bingung membelikan hadiah apa untuk istri, lakukan hal-hal kecil di rumah tanpa harus diminta oleh istri. Misalnya nih, bangun tidur udah bikin sarapan buat istri, yah minimal beli nasi uduk di depan rumah lah. Atau dengan mencuci piring, menyapu bahkan mencuci baju sendiri. Dijamin, istri pasti akan menyuruh kita masuk kamar lebih cepat nanti malam.
  • Tentukan Prioritas. Ketika sudah menikah dan punya anak, prioritas hidup kita biasanya akan bergeser. Keluarga akan menjadi hal yang sangat penting. Tapi bukan berarti kita meninggalkan hobi yah, hanya saja kita harus menunda melakukan hobi kita setelah urusan dengan keluarga selesai. Mari kita prioritaskan urusan keluarga dan anak-anak, baru kemudian prioritas lain bisa kita lakukan. Jadilah bagian dari keluarga dengan seutuhnya, bukan sekadar ATM berjalan. 

Naah, kira-kira mau melakukan tips yang mana dulu? Apapun yang jelas jangan lupa pesan yang selalu kita sampaikan, bikinnya berdua, ngurus anaknya juga berdua.


AyahASI Indonesia (Rahmat) | Untuk tahu lebih banyak soal AyahASI silahkan kunjungi sosial media kami di @ID_AyahASI dan website di www.ayahasi.org

Artikel di atas merupakan hasil kerjasama BukaReview dan AyahASI Indonesia dan dapat dilihat di bit.ly/BukaReviewXAyahASI2

    Leave Your Comment Here