5 Persiapan Menyusui

“Malam mas, gimana kabarnya? Semoga sehat. Kalau enggak ada halangan, sebentar lagi saya akan menjadi seorang ayah (perkiraan dokter, HPL-nya satu minggu lagi). Saya mau minta saran terkait dukungan suami kepada istri baik saat melahirkan atau pun menyusui. Terima kasih.”  Pesan singkat ini baru aja saya terima melalui salah satu fitur pesan pribadi di media sosial. 

Pertanyaan di atas seringkali tidak kita temukan dalam percakapan sehari-hari, cowok seringkali lebih nyaman mencari jawabannya sendiri dengan bertanya ke mbah Google. Laki-laki, tentu saja oleh masyarakat kita seakan-akan tidak disiapkan untuk menjadi seorang Ayah. Kita-kita ini tampaknya hanya disiapkan untuk menjadi seorang suami, sering sekali kita mendapat nasihat untuk selalu bekerja lebih keras agar bisa memberi nafkah keluarga. Disatu sisi minim sekali informasi yang kami terima tentang cara menggendong anak dan tentang cara memandikan bayi

Padahal, ada begitu banyak hal yang bisa suami lakukan untuk membantu istri agar proses kelahiran dan menyusui menjadi lancar. Ernest Prakasa di dalam buku Catatan AyahASI menyebutkan bahwa “Laki-laki sebenarnya bukan tidak peduli, tapi laki-laki tidak tahu caranya untuk peduli”. Jadi sebenarnya kita ini mau bantuin istri, tapi kita enggak tau cara bantuinnya. Mau memandikan bayi saja kita enggak tau harus mulai dari mana? Bagaimana cara memegang bayinya? Air panas atau air dingin dulu? Dan lain sebagainya.

Nah, kita mencoba membuat daftar singkat tentang hal-hal apa saja yang bisa Ayah lakukan agar proses menyusui pasca melahirkan bisa sukses. Yuk ah kita bahas satu per satu.

  • Shopping Rumah Sakit/Bersalin

Tenang, ini bukan berarti kita diminta membeli Rumah Sakit/Bersalin bahkan sampai mengakuisisinya kok. Shopping Rumah Sakit/Bersalin ini berarti kita mencari referensi dan layanan Rumah Sakit yang bisa mendukung kita agar proses menyusui menjadi lancar. Kenapa ini penting? Karena proses kelahiran akan terjadi di tempat ini dan masa kritis menyusui terjadi pada hari-hari pertama kelahiran. Terus Ayah musti gimana? Browsing beberapa Rumah Sakit yang dekat dengan rumah dan memiliki layanan untuk mendukung Inisiasi Menyusu Dini, cek juga apakah Rumah Sakit/Bersalin memiliki Konselor Laktasi dan aturan tentang menyusui? Tanyakan kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit/Bersalin apakah bayi boleh satu tempat tidur dengan si Ibu atau tidak? Ini namanya Bedding-In, satu tempat tidur antara bayi dan si ibu ini untuk memudahkan Ibu belajar tentang tanda bayi yang ingin menyusu. Jika di Rumah Sakit masih menyediakan kamar/ruangan bayi, maka sebaiknya cari referensi Rumah Sakit/Rumah Bersalin lainnya

  • Persiapkan Dana yang cukup

Oke Ini seharusnya jadi point nomor 1 tapi kan kita harus tahu dulu Rumah Sakit/Bersalinnya di mana baru bisa tanya harganya kan? *oke, ini ngeles sebenarnya sih*. Karena ini sudah menjadi “tugas” suami, kepala rumah tangga, calon Ayah dan lelaki sejati, maka pastinya sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga dan memberikan yang terbaik untuk keluarga. Apalagi bicara calon buah hati.  Siapkan yang terbaik tetapi juga yang sesuai dengan kemampuan. Jangan terlalu berkecil hati apabila tidak bisa membawa Istri ke rumah bersalin dengan fasilitas kelas 1. Tidak masalah jika harus di kelas 2, yang penting kan bisa cicilan 0%. Bukan..haha, yang penting pada akhirnya Istri dan anak kita bisa terlahir dengan sehat dan sempurna.

  • Ikutan Kelas Menyusui

Malas yak? Tenang, enggak sedikit kok Ayah yang kadang agak cukup malas mengikuti kelas menyusui ini. Pasti pertanyaan pertama yang muncul adalah, “Lah ngapaian ikutan kelas ini? Kan yang menyusui mah istri?”. Begini bos, pada kelas ini ada begitu banyak peserta yang statusnya mamah-mamah muda, bisa jadi nih kita satu kelas sama Raisa, #yekan? Oke, itu motivasi awal. Nah, yang kedua nih, melahirkan itu proses yang sangat melelahkan bro, istri kita pasti kepayahan dan sudah tidak sanggup memikirkan hal ini itu pasca melahirkan termasuk soal teknis menyusui. Jadi, suami perlu mendapat informasi dasar yang cukup soal ASI dan Menyusui agar bisa berdiskusi dengan dokter atau perawat ketika istri mengalami kesulitan menyusui. Kita, juga bisa mematahkan berbagai mitos soal ASI dan Menyusui yang seringkali muncul di Rumah Sakit, termasuk memberi semangat istri untuk terus menyusui. Jadi, ikutan kelas menyusui bisa memperkuat benteng pertahanan istri untuk sukses menyusui.

  • Ngobrol sama Konselor Laktasi

Tahu ga? WHO dan UNICEF merekomendasikan bahwa minimal ada 7 kali kontak plus yang sebaiknya dilakukan dengan Konselor Laktasi, termasuk pada masa kehamilan. Kontak 1 dilakukan pada usia kehamilan 28 minggu dan kontak ke-2 dilakukan pada usia kehamilan 36minggu. Setelah masa kehamilan, kontak dengan konselor laktasi dilanjutkan pada Inisiasi Menyusu Dini, kontak ke-4 dilakukan pada nifas hari ke-7, kontak ke-6 dilakukan pada nifas hari ke-14 dan kontak ke-7 dilakukan pada hari ke-39 dan tambahannya adalah sepanjang ibu memerlukan informasi atau bantuan lainnya. Suami, tentu saja bisa mulai mencari konselor laktasi terdekat yang bisa melakukan home visit dan menemani ketika inisiasi menyusu dini, termasuk membuat janji untuk bertemu.

  • Hari Belanja Nasional

Selain keperluan bayi dan kamar bayi, jangan ketinggalan untuk belanja perlengkapan menyusui seperti Apron Menyusui, Pompa ASI, Bantal Menyusui, Baju Menyusui, Bra Menyusui dan segala hal yang dibutuhkan. Jangan ketinggalan juga Nintendo Switch, ini penting untuk menemani istri memerah ASI di tengah malam #alasan #mumpungsihsebenarnya. Kita sudah bisa membuat daftar belanja mulai dari sekarang berdasarkan kebutuhan istri.

Naah, itu dia kira-kira lima hal yang bisa kita siapkan selama kehamilan agar proses menyusui jadi lancar. Enggak ribed kan? Jangan lupa pesan yang selalu disampaikan oleh AyahASI, bikinnya berdua, ngurus anaknya juga berdua.


AyahASI Indonesia (Utus-Rahmat) | Untuk tahu lebih banyak soal AyahASI silahkan kunjungi sosial media kami di @ID_AyahASI dan website di www.ayahasi.org

Artikel di atas merupakan hasil kerjasama BukaReview dan AyahASI Indonesia dan dapat dilihat di bit.ly/BukaReviewXAyahASI

    Leave Your Comment Here